Doa (Nabi Sulaiman as.) Untuk Tetap Mensyukuri Nikmat Allah

“maka dia (Sulaiman as.) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. 27:19)

Doa sebagai penguat keikhlasan

Ada satu doa sebagai penguat keikhlasan kita dalam mencintai seseorang dengan penuh keikhlasan. Doa yang diucapkan Rosulullah kepada Rabb-Nya. Sebuah doa yang patut kita teladani;

“Ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisi Mu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan di antara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untukku dalam segala hal yang Engkau cintai.” (HR. Al-Tirmidi)

Dalam doa tersebut mengisyaratkan manakala kita mencintai sesuatu maka jadikan itu sebagai kekuatan agar bisa mendapatakan apa yang Allah cintai dan jika Allah menyingkirkan apa yang kita cintai maka jadikan itu sebagai kebebasan untuk senantiasa mencintai apa yang Allah cintai.

Do’a Ali Bin Abi Thalib saat Jatuh Cinta Pada Fatimah

Yaa Allah..
Kau tahu, hati ini terikat suka akan indahnya seorang insan ciptaan-Mu.
Tapi aku takut, cinta yang belum waktunya menjadi penghalang ku mencium surga-Mu.

Berikan aku kekuatan menjaga cinta ini, sampai tiba waktunya, andaikan engkau pun mempertemukan aku dengannya kelak.

Berikan aku kekuatan melupakannya sejenak.
Bukan karena aku tak mencintainya…
Justru karena aku sangat
mencintainya….

Doa yang sangat kita perlukan

رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي كُلِّهِ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطَايَايَ وَعَمْدِي وَجَهْلِي وَهَزْلِي وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau biasa berdo’a dengan do’a sebagai berikut; “Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, dan perbuatanku yang berlebihan dalam urusanku, serta ampunilah kesalahanku yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kemalasanku, kesengajaanku, kebodohanku, gelak tawaku yang semua itu ada pada diriku. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang telah berlalu, dosa yang mendatang, dosa yang aku samarkan dan dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan, Engkaulah yang mengajukan dan Engkaulah yang mengakhirkan, serta Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR Bukhari – Shahih)

*Mata air perasaan

“Memiliki” dan “melepaskan”
Berasal dari mata air perasaan yang satu
Hanya berbeda tujuan alirannya
Tapi sejatinya sama
Memiliki bahkan bisa dalam bentuk melepaskan
Membiarkannya terbang bahagia
Pun melepaskan bisa selalu berarti memiliki
Memiliki kenangan terbaik
Memiliki cinta terbaik meski dilepaskan

“Mencintai” dan “membenci”
Apalagi yang satu ini, Kawan
Sungguh berasal dari mata air perasaan yang satu
Bening sekali mata air tersebut
Tapi kemudian berbeda alirannya karena egoisme
Padahal sejatinya sama
Banyak orang mencintai yang kemudian jadi membenci
Dan lebih banyak lagi orang2 yang membenci
Namun dia sungguh mencintai
Menyebut namanya dalam senyap

“Rindu” dan “Melupakan”
Juga berasal dari mata air perasaan yang satu
Mengalir deras begitu sejuk muasalnya
Tapi kemudian berbelok masing2 sesuai keinginan
Asalnya sih sama saja
Bukankah banyak kerinduan saat kita hendak melupakan
Dan tidak terbilang keinginan melupakan dalam rindu

Di dunia ini
Jika kita duduk takjim di tepi sungai kehidupan
Kita bisa merasakan hakikat perasaan2
Dan kadangkala, sesuatu yang terlihat bertolak-belakang
Sejatinya berasal dari hal yang sama

Inilah sajak mata air perasaan
Tidak mengapa terpaksa melepaskan demi memiliki
Tergugu cinta dalam kebencian
Pun rindu dalam usaha melupakan
Sepanjang patuhi rambu2 agamanya
Jangan merusak diri sendiri dan orang lain
Kita manusia,
Besok lusa semoga jadi lebih baik

*Tere Liye

TERIMA KASIH KAWAN

Meski kini kita sudah terpisah jarak dan waktu
Namun selayaknya bagi jiwa-jiwa
yang mengadzamkan diri di jalan Allah
Pada akhirnya bermuara pada Allah

Bertemu karena Allah
Berpisah pun karena Allah
Meskipun Kerap hati dirasai gundah
Karena terbolak-balik oleh Sang Maha

Bagiku pertemuan jadi sebuah washilah
Untuk selalu berada dalam kebaikan
Bukankah Allah menjadikan manusia
berbangsa dan bersuku untuk saling mengenal

Sungguh yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa
Hakikatnya hidup adalah untuk beribadah kepadaNYA
Tak kucari apapun padamu kawan, selain ingin mengharap RidhoNYA
Semoga kita senantiasa istiqomah

Do’akan aku kawan agar tidak menjadi buih di lautan
Agar tidak hanya mengembik tapi mengaum
seperti apa yang kau katakan padaku
Kini aku mulai mengerti

Terima kasih kawan do’aku menyertaimu
Kepakkan sayapmu lebih lebar jangan sampai patah

Majalengka, 27 pebruari 2014
Kontemplasi rhapsody di senja hari

kupu2

listening
Kupu-kupu Cinta

Album : Kupu-kupu Cinta
Munsyid : Sigma
http://liriknasyid.com

Pertemuan ini menjadi suatu berarti
Dikala diri menepi untuk warna-warna hati
Ruang-ruang jiwa hanya untuk maha kuasa
syair-syair cinta tercipta karna dia

Kupu-kupu cinta
terbanglah tinggi menuju jalannya
Hinggaplah engkau dibunga yang indah
Terbang bersama hembus angin cinta

Ya illahi Robbi
Tiada lain hanyalah namamu
Satukan Cinta ini dalam bingkai
Untaian ridhomu

Pertemuan ini menjadi suatu berarti
Dikala diri menepi untuk warna-warna hati

SAYA TIDAK TAHU

“Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?”

― Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

LEGOWO

 

“Aku masih belum beruntung namun tinggi harapanku. Berbahagialah engkau bersama pangeran syurgamu. Restuku bersamamu wahai adikku tanpa syarat apapapun. Barokallah!!”

—————-

Tiada hal lain lebih baik bagi dua orang yang saling mencintai selain pernikahan. Tiada hukum dalam islam bilamana adik perempuan tidak lebih dulu menikah daripada kakak perempuannya. Sebagai seorang muslim yang percaya akan qodho dan qodar Allah, yakinlah jika Allah berkehendak , Allah pun akan memberikan hal serupa.

Dalam kenyataannya, masih banyak yang beranggapan ‘pamali’ (bahasa sunda) mungkin maksudnya terlarang, maaf jika keliru saya tidak begitu faham istilah ini. Kekhawatiran jodoh sang kakak terutama kakak perempuan akan terlambatlah, jadi perawan tualah. Prasangka yang terkadang berbuah menjadi nyata. Ujung-ujungnya sebuah opini baru muncul ‘pamali’. Saya sedikit meluruskan Allah sesuai dengan prasangka umatnya, maka dari itu kita sebagai muslim diperintahkan untuk selalu berprasangka baik kepada Allah.

Dalam perkara ini, adakah yang pernah menjumpai beberapa permasalahan seperti sang kakak tetap teguh dengan pendiriannya menghalangi adik-adiknya menikah sebelum dia sendiri menikah apapun alasannya. adapula permasalahan pada adiknya sendiri yang tetap teguh untuk tidak menikah sebelum kakaknya lebih dulu apapun alasannya meskipun sang kakak sudah merelakannya. Keteguhan hanyalah untuk memegang tali agama Allah. Jika alasan keteguhan diri karena egoisme sungguh bukanlah hal yang baik.

Pandangan orang sekitar terkadang bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit hati, dimana merasa tidak lakulah, minderlah, tidak pantaslah yang pada akhirnya jodoh tak kunjung datang kemudian parahnya menjadi depresi. Na’udzubillahimindzalik. Berdo’alah jika Allah berkehendak akan diberikan pada waktu, cara, tempat yang terbaik. Cinta sejati selalu saja akan menemukan jalan kebetulan yang mempertemukan dan mempersatukan dua hati. Hanya perlu keyakinan dan penerimaan yang tulus.

Bagi yang ngotot, maksa, teguh dengan keegoisannya saya sarankan legowolah/berbesar hatilah. Pasrahkan semuanya pada Allah, keikhlasan dan kesabaran akan berbuah manis. Fokuslah dengan senantiasa memperbaiki diri bukan malah merusak diri. Banyak hal yang bisa dilakukan, bukankah tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah. Menikah itu ibadah, tapi kesendirian pun bisa jadi ibadah selama terus dilandasi ketaatan padaNYA, tidak melanggar rambu-rambu agama. Perbanyaklah saum sunah sebagai perisai diri, cukuplah Allah tempat sandaran terbaik. “Ya Allah Ya Tuhan kami, berikanlah keimanan yang benar dan keyakinan yang tidak kufur sesudahnya dan curahkanlah kepada kami rahmat untuk mendapatkan kemuliaan kebesaran-Mu di dunia maupun di akhirat.” Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

Listening

Soultan Nasheed – Misteri Hidup

Hidup ini sebuah misteri
Semua kehendak Ilahi
Kadang suka, kadang duka
Menyelimuti hidup ini

Hanya Tuhan yang tahu semua
Kita hanya jalankan saja
Berusaha dan berdoa
Mohon rahmat-Nya dan ridho-Nya

Reff:
Tuhan bimbing kami di jalan-Mu
Agar tak lepas dari pelukan-Mu
Kami hanyalah manusia lemah
Yang tak pernah luput dari dosa

Tuhan,beri kami kekuatan
Untuk pecahkan misteri hidup
Kami hanya berserah pada-Mu
Dari segala dosa dan noda