TERIMA KASIH KAWAN

Standar

Meski kini kita sudah terpisah jarak dan waktu

Namun selayaknya bagi jiwa-jiwa

yang mengadzamkan diri di jalan Allah

Pada akhirnya bermuara pada Allah

 

Bertemu karena Allah

Berpisah pun karena Allah

Meskipun Kerap hati dirasai gundah

Karena terbolak-balik oleh  Sang Maha

 

Bagiku pertemuan jadi sebuah washilah

Untuk selalu berada dalam kebaikan

Bukankah Allah menjadikan manusia

berbangsa dan bersuku untuk saling mengenal

 

Sungguh yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa

Hakikatnya hidup adalah untuk beribadah kepadaNYA

Tak kucari apapun padamu kawan, selain ingin mengharap RidhoNYA

Semoga kita senantiasa istiqomah

 

Do’akan aku kawan agar tidak menjadi buih di lautan

Agar tidak hanya mengembik tapi mengaum

seperti apa yang kau katakan padaku

Kini aku mulai mengerti

 

Terima kasih kawan do’aku menyertaimu

Kepakkan sayapmu lebih lebar jangan sampai patah

 

Majalengka, 27 pebruari 2014

Kontemplasi rhapsody di senja hari

 

listening

Kupu-kupu Cinta

 

Album : Kupu-kupu Cinta

Munsyid : Sigma

http://liriknasyid.com

 

Pertemuan ini menjadi suatu berarti

Dikala diri menepi untuk warna-warna hati

Ruang-ruang jiwa hanya untuk maha kuasa

syair-syair cinta tercipta karna dia

 

Kupu-kupu cinta

terbanglah tinggi menuju jalannya

Hinggaplah engkau dibunga yang indah

Terbang bersama hembus angin cinta

 

Ya illahi Robbi

Tiada lain hanyalah namamu

Satukan Cinta ini dalam bingkai

Untaian ridhomu

 

Pertemuan ini menjadi suatu berarti

Dikala diri menepi untuk warna-warna hati

 

SAYA TIDAK TAHU

Standar

“Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?”

― Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

Jodohku

Standar

Kunanti engkau diantara saum sunnahku dan kau jemput aku diantara saum sunnahmu. Semoga Allah membuka pintu syurganya (Ar-royan) untuk kita. Aamiin.

Bersabarlah denganku dan aku pun akan bersabar denganmu.

Semoga Allah menyatukan hati kita dalam ridhoNYA dan bersama-sama berjalan menuju Syurganya.

Cukuplah ku titipkan hatiku dan kau titipkan hatimu padaNYA.

“Ya Allah Ya Tuhan kami, berikanlah keimanan yang benar dan keyakinan yang tidak kufur sesudahnya dan curahkanlah kepada kami rahmat untuk mendapatkan kemuliaan kebesaran-Mu di dunia maupun di akhirat.”

Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

 

listening

Munajat Hamba

Album : Musafir (Untaian Nada dan Hikmah)
Munsyid : Fachreza Feat Fiq

http://liriknasyid.com

Di keheningan malam aku bersujud padaMu
menyenandungkan segala resah hati dalam kidung doa
Engkau Sang Penggenggam hati, Engkau Yang Maha Tahu
segala gundah dalam hati ini ini ku mohon petunjukMu

Ku pintakan pada Illahi kuatkanlah hati dalam sirohMu
agar setia dalam langkahku ini
hanya Tuhan Yang Maha Tahu betapa besar cintaku padamu
kurniakanku segala rahmanMu nanti

Allah kuatkanku di setiap langkahku
karena di jalanMu penuh cobaan
Allah tegarkan ku dalam setiap langkahku
kurniakanlah aku hidayahmu

 

 

LEGOWO

Standar

 

“Aku masih belum beruntung namun tinggi harapanku. Berbahagialah engkau bersama pangeran syurgamu. Restuku bersamamu wahai adikku tanpa syarat apapapun. Barokallah!!”

—————-

Tiada hal lain lebih baik bagi dua orang yang saling mencintai selain pernikahan. Tiada hukum dalam islam bilamana adik perempuan tidak lebih dulu menikah daripada kakak perempuannya. Sebagai seorang muslim yang percaya akan qodho dan qodar Allah, yakinlah jika Allah berkehendak , Allah pun akan memberikan hal serupa.

Dalam kenyataannya, masih banyak yang beranggapan ‘pamali’ (bahasa sunda) mungkin maksudnya terlarang, maaf jika keliru saya tidak begitu faham istilah ini. Kekhawatiran jodoh sang kakak terutama kakak perempuan akan terlambatlah, jadi perawan tualah. Prasangka yang terkadang berbuah menjadi nyata. Ujung-ujungnya sebuah opini baru muncul ‘pamali’. Saya sedikit meluruskan Allah sesuai dengan prasangka umatnya, maka dari itu kita sebagai muslim diperintahkan untuk selalu berprasangka baik kepada Allah.

Dalam perkara ini, adakah yang pernah menjumpai beberapa permasalahan seperti sang kakak tetap teguh dengan pendiriannya menghalangi adik-adiknya menikah sebelum dia sendiri menikah apapun alasannya. adapula permasalahan pada adiknya sendiri yang tetap teguh untuk tidak menikah sebelum kakaknya lebih dulu apapun alasannya meskipun sang kakak sudah merelakannya. Keteguhan hanyalah untuk memegang tali agama Allah. Jika alasan keteguhan diri karena egoisme sungguh bukanlah hal yang baik.

Pandangan orang sekitar terkadang bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit hati, dimana merasa tidak lakulah, minderlah, tidak pantaslah yang pada akhirnya jodoh tak kunjung datang kemudian parahnya menjadi depresi. Na’udzubillahimindzalik. Berdo’alah jika Allah berkehendak akan diberikan pada waktu, cara, tempat yang terbaik. Cinta sejati selalu saja akan menemukan jalan kebetulan yang mempertemukan dan mempersatukan dua hati. Hanya perlu keyakinan dan penerimaan yang tulus.

Bagi yang ngotot, maksa, teguh dengan keegoisannya saya sarankan legowolah/berbesar hatilah. Pasrahkan semuanya pada Allah, keikhlasan dan kesabaran akan berbuah manis. Fokuslah dengan senantiasa memperbaiki diri bukan malah merusak diri. Banyak hal yang bisa dilakukan, bukankah tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah. Menikah itu ibadah, tapi kesendirian pun bisa jadi ibadah selama terus dilandasi ketaatan padaNYA, tidak melanggar rambu-rambu agama. Perbanyaklah saum sunah sebagai perisai diri, cukuplah Allah tempat sandaran terbaik. “Ya Allah Ya Tuhan kami, berikanlah keimanan yang benar dan keyakinan yang tidak kufur sesudahnya dan curahkanlah kepada kami rahmat untuk mendapatkan kemuliaan kebesaran-Mu di dunia maupun di akhirat.” Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

 

_Menjelang hari pernikahan sang adik  

 

Listening

Soultan Nasheed – Misteri Hidup

Hidup ini sebuah misteri
Semua kehendak Ilahi
Kadang suka, kadang duka
Menyelimuti hidup ini

Hanya Tuhan yang tahu semua
Kita hanya jalankan saja
Berusaha dan berdoa
Mohon rahmat-Nya dan ridho-Nya

Reff:
Tuhan bimbing kami di jalan-Mu
Agar tak lepas dari pelukan-Mu
Kami hanyalah manusia lemah
Yang tak pernah luput dari dosa

Tuhan,beri kami kekuatan
Untuk pecahkan misteri hidup
Kami hanya berserah pada-Mu
Dari segala dosa dan noda

Bersyukur

Standar

           Saya yang tengah hendak melakukan sholat dzuhur, terhenti dengan kedatangan c teteh yang pernah saya ajak ke pelataran alun-alun kota dan memintanya menunggu sebentar sampai saya menyelesaikannya. Tak lama, saya pun menghampiri c teteh yang kala itu memakai pakaian muslim rapih berwarna pink. Saya terhenyak, “Neng, gak salah baru sholat dzuhur jam segini?” waktu itu menunjukkan pukul 14.00. Saya salah tingkah dan mulai berdalih, “Nunggu bapak datang biar bisa gantian, suka banyak yang beli jajanan jadi gak khusyu sholatnya”. C teteh tampak mengernyitkan dahi, “Padahal tulis aja di selembar kertas, lagi sholat atau tutup dulu aja rukonya. Harusnya pas adzan itu langsung sholat”. Speechless, gak tau harus bilang apa, ternyata saya masih begitu mencintai dunia. Malu  tuch sama Allah, bilang cinta tapi masih lalai #eh (ucap dalam hati). Saya hanya bisa tersenyum tipis.

            Membuka obrolan, “Dari mana teh?”, “abis belanja  pesanan shopie, sekalian bayar pulsa ke neng”, tegasnya. “Tumben gak di pake motornya teh?” tanya saya. “Harusnya dipake ponakan, cuma belum datang sepertinya main dulu ke temennya. Ya udah, teteh pake aja, daripada bête di rumah sekalian belanja trus mampir juga kesini”. Terlihat c teteh mengotak-atik Hp, membalas sms yang sedari tadi terus berbunyi. “Sms dari rumah teh, Suruh pulang ya, motornya mau dipake?”, menerka-nerka isi sms. “Enggak neng, temen yang pesen barang”, jawabnya.

            Kemudian melanjutkan pembicaraannya, “Akhir-akhir ini, teteh sempet berhayal kalau punya banyak uang, pingin mandiri punya rumah dan motor sendiri jadi kemana-mana gak perlu khawatir motornya dipake. Di rumah, semisal mau tidur seharian juga gak masalah hehehe “, “Aamiin..jangan menghayal teh gak kan terwujud lebih tepatnya bermimpi”, mencoba meluruskan.  “Ah, iya pokoknya gitulah neng. Tapi sih neng sekarang ini teteh bersyukur, sodara-sodara masih peduli. Setelah ibu meninggal kakak-kakak teteh begitu bertanggungjawab ke teteh. Silaturahim masih begitu lekat, sampai suatu ketika saat teteh memutuskan menikah dan berpisah pun dengan suami mereka masih memberikan perhatian ke teteh.  Melihat temen-temen teteh yang berpisah dengan membawa anak  harus membanting tulang demi membiayai anak-anaknya, mantan suaminya gak bertanggungjawab bahkan keluarganya pun acuh tak acuh.  Teteh bersyukur ketika teteh berpisah dengan suami, kakak teteh membawa teteh tinggal bersama keluarganya dan masih beruntung Allah belum sempat ngasih teteh anak”.

            “Dulu, teteh sempat kerja di pabrik, kursus potong rambut, kursus bikin kue. Gak bakat kali ya teteh di bidang itu, gak ngerasa nyaman. Teteh itu tidak mau diatur waktu tapi condong mengatur waktu. Kebayang saat kerja di garmen untuk sholat aja ngantri belum juga makan. Teteh ngerasa waktu ibadah itu terbengkalai. Sampai suatu ketika kakak teteh memberi jalan untuk belajar berjualan produk Sophie Martin, Tupperware.  Eh…ternyata memang teteh nyaman, senang gitu ngejalaninnya, waktu ibadah tidak terbengkalai dan pekerjaan rumah masih bisa dikerjain. Terasa lapang gitu gak tertekan. Ya udah teteh jalanin terus hingga sekarang, mungkin pekerjaan inilah yang cocok buat teteh”, jelas c teteh.

            Saya mencoba menambahkan, “iya juga ya teh, kadang pekerjaan itu cocok-cocokan. Saya aja masih terus mencari, bidang apa yang memang cocok untuk saya. Berpenghasilan, kemampuan terasah tapi masih bisa beribadah dengan leluasa. Kerja sana sini, belum ada yang klik gitu. Saya ngerasa masih belum bisa mandiri. Masih bergantung pada orang tua.” C teteh menjawab sekenanya. “Neng masih beruntung, tinggal dengan orang tua. Tetehkan sama kakak teteh. Emang udah coba nyari kerjaan di luar sana?”. Saya tertegun, “Belum nyoba lagi sekarang mah teh, saya nyoba ngerintis usaha yang udah ada dulu. Sambil ngasah kembali skill. Udah jadi pilihan ketika orang tua menawarkan kerja di orang atau usaha sendiri. Kalau mau usaha, lahan udah ada sok kembangin mau usaha apa. kalau mau kerja di luar juga silahkan. Sejauh ini, saya ngerasa baik-baik aja ngerintis usaha apapun itu selagi halal ada lahan ada jalan. Kenapa nggak. Sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Sekalian jagain orang tua. Tapi ya, sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Allah. Semua bisa berubah seketika, meskipun begitu selalu hadirkan Allah disetiap langkah dan keputusan yang kita buat. Ingin maslahat.”

            “Teteh juga suka sedih kalau inget orang tua yang udah meninggal, terutama saat ibu meninggal, teteh seringnya sama ibu. Istilahnya mah belum balas budi. Tapi setidaknya teteh masih bisa ngerawat ibu saat sakit. Sampai sekarang suka masih kerasa ibu masih ada. Paling sedih saat teteh mau nikah ibu tuh kayak gak mau teteh tinggal. Cuma bisa ngedoain ja. Teteh ikut suami. Pada awalnya teteh nangis terus, gak biasa jauh dari keluarga meskipun pada akhirnya teteh bisa adaptasi. Pernikahan masih seumur jagung, suami minta pisah padahal teteh terus mencoba mempertahankan. Akhirnya teteh kembali lagi, tinggal bersama kakak teteh dan meneruskan usaha yang Alhamdulillah bisa teteh tekuni hingga kini”, nada suara yang semakin parau, bulir-bulir air mata keluar tak tertahan. Tampak begitu kepiluan yang mendalam. Namun jiwanya yang tegar menghapusnya seketika.

            Hujan yang sedari tadi mengguyur akhirnya reda dan c teteh pun pulang.  Subhanallah, Allah itu Maha Baik ketika kita terus bersyukur, Allah tambah nikmatnya. Saya harus banyak belajar arti dari bersyukur. Takdir baik atau pun buruk tak lebih itu adalah rencana Allah untuk mendewasakan diri kita agar tetap berprasangka baik dan terus beribadah pada-NYA. Kelak semoga Allah hadiahi takdir yang lebih baik.

 

Majalengka, 20 Maret 2014

 

listening

Pandai Bersyukur

 

Album :

Munsyid : Teddy Snada

http://liriknasyid.com

 

 

Sering ku ungkapkan dengan kata

Sering ku ungkapkan dengan hati

Tapi tidak sering ku akui

PadaMu-lah ku harus memohon

 

Betapa luas karuniaMu

Betapa indahnya ciptaanMu

Namun lebih sering ku akui

Ku takpernah bersyukur padaMu

 

Ku coba untuk merubah segalanya

Menjadi yang terbaik

Dari kehidupan yang dulu

Semoga Alloh memberikanku kekuatan

Agar menjadi hamba yang pandai bersyukur